2148057 - ISLANI ALFIANI

1. Pantai Pink





Pantai Pink Di Bima Ini Terletak Di Wilayah Desa Lambu, Kecamatan Lambu , Kabupaten Bima. Untuk Menuju Ke Pantai Pink Ini Dari Kota Bima, Kita Harus Menempuh Jarak Sekitar 60 Kilometer Atau 2 Jam Perjalanan.

Selanjutnya Untuk Menuju Pulau Cantik Ini Kita Masih Harus Menyewa Kapal Milik Warga Dengan Lama Tempuh Sekitar 2 Jam Lagi Dari Pelabuhan Sape / Desa Lambu Kabupaten Bima.Tarif Sewa Kapalnya Untuk Keliling Wisata Pulau-Pulau Di Sape Bima Seperti Pulau Kelapa, Pulau Asir Putih Hingga Pantai Pink Lambu Bima Adalah Sekitar 1 Juta / Perahu Yang Bisa Diisi Hingga 12 Penumpang.

Pantai Pink Di Bima Ini Terletak Di Wilayah Desa Lambu, Kecamatan Lambu , Kabupaten Bima. Untuk Menuju Ke Pantai Pink Ini Dari Kota Bima, Kita Harus Menempuh Jarak Sekitar 60 Kilometer Atau 2 Jam Perjalanan.Selanjutnya Untuk Menuju Pulau Cantik Ini Kita Masih Harus Menyewa Kapal Milik Warga Dengan Lama Tempuh Sekitar 2 Jam Lagi Dari Pelabuhan Sape / Desa Lambu Kabupaten Bima.Tarif Sewa Kapalnya Untuk Keliling Wisata Pulau-Pulau Di Sape Bima Seperti Pulau Kelapa, Pulau Asir Putih Hingga Pantai Pink Lambu Bima Adalah Sekitar 1 Juta / Perahu Yang Bisa Diisi Hingga 12 Penumpang.    

Pantai Pink Lambu Bima, Pantai Pink Terindah Di Indonesia







 Sesuai Namanya, Pantai Pink Ini Benar-Benar Memilki Pasir Bewarna Pink. Tak Heran Jika Saya Sendiri Menyebut Pantai Pink Lambu Bima, Pantai Pink Terindah Di Indonesia Dibanding Pantai Pink Lainnya Yang Pernah Saya Jumpai Di Hampir Seluruh Indonesia.

Warna Pink Di Pantai Ini Muncul Dari Bekas Karang Yang Juga Bewarna Pink Yang Terbawa Air Laut. Ukuranya Kecil-Kecil Hingga Terlihat Seperti Pasir.Untuk Masuk Ke Pantai Pink Bima Atau Pantai Lambu Bima Kalian Tak Perlu Membayar Tiket Atau Tak Akan Dikenakan Tarif Masuk Karena Pantai Ini Gratis.

Yah Kalian Hanya Perlu Modal Sewa Perahu Nelayan Saja Untuk Sampai Ketempat Ini. Perahu Yang Biasa Mengantarkan Wisatawan Ke Pantai Pink Bima Bisa Kalian Dapatkan Di Sekitar Pelabuhan Sape Bima.Apalagi Saat Cuaca Cerah Dan Ombak Membawa Pasir Ketepian, Maka Akan Terlihat Begitu Pink Pasirnya.

Pantai Pasir Pink Di Sape Kabupaten Bima NTB Ini Tidak Berpenghuni Sehingga Wisataaan Yang Datang Harus Membawa Bekal Sendiri.Tapi Ingat Jangan Buang Sampah Sembarangan Yah Karena Saya Melihat Ada Banyak Sampah Pelastik Bekas Wisatawan Disana.


Fasilitas Di Pantai Pink Lambu Bima

       Saat Ini Fasilitas Yang Tersedia Di Pantai Pink Lambu Bima Hanya Ada 1 Gazebo Yang Masih Bertahan Dan Berdiri Kokoh Untuk Tempat Beristirahat Para Pengunjung Dari Panasanya Matahari Dan Juga Hujan.Bahkan Dipantai Ini Tidak Ada Pohon Sama Sekali Yang Bisa Dijadikan Untuk Tempat Berteduh.

Tidak Ada Sumber Air Bersih Atau Air Tawar Jadi Jika Kalian Mandi Yah Harus Siap Lengket Dengan Air Laut.Jangan Lupa Bawa Payung Atau Tempat Berteduh Lainnya Karena Tempat Berteduh Di Pantai Pink Lambu Bima Sangat Terbatas.

Lotion Anti Kulit Terbakar Seperti Sunblock Sangat Disarankan Kalian Bawa Gar Kulit Kalian Tak Habis Terbakar Mengingat Cuaca Di Pantai Ini Sangat Terik.Satu Lagi Jangan Lupa Bawa Air Minum Dan Menu Bekal Siang Karena Tidak Ada Yang Berjualan Dipantai Cantik Ini. Pastikan Juga Bawa Pulang Kembali Smapah Kalian Yah


2. Pulau Kelapa




      Pulau Kelapa sangat cocok untuk Anda yang suka berpetualang, menjadi tempat refreshing dari rutinitas dan deadline pekerjaan yang menumpuk. Ketika Anda tiba di pulau ini, sejenak Anda akan terhenyak menyaksikan terumbu karang yang masih alami dan hamparan laut biru, juga sebaran pulau-pulau kecil yang menambah daya tarik pulau ini. Tidak ada sudut di pulau ini yang tidak menarik.






Pulau Kelapa atau masyarakat menyebutnya pulau So Lampu, karena terdapat sebuah mercusuar dan menara. Di sini juga terdapat sebuah bunker yang dibuat Belanda. Pulau yang berada di ujung timur wilayah Kabupaten Bima ini memiliki luas 5.850 hektare, terdiri dari perbukitan yang ditumbuhi rumput ilalang. Ketika pagi menyongsong, semburan matahari terbit seakan tersenyum mengucapkan ”Selamat datang di pulau surga”, dan ketika sore menjelang, Anda akan disuguhi fenomena yang menghipnotis, sejenak membuat Anda enggan untuk beranjak.

Untuk menuju Pulau Kelapa dari Pelabuhan Sape membutuhkan waktu 2,5 jam menggunakan perahu sedang (dua mesin), atau jika menggunakan speedboat membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Dari Pulau Kelapa, Anda hanya membutuhkan  waktu 1 jam untuk tiba di Pulau Komodo.




3. Pantai Lariti




Wisata Pantai Lariti Bima, Terbelah Dua seperti Laut di Kisah Nabi Musa dan Pulau Jindo Korea
      Wisata Pantai Lariti Bima merupakan pantai yang unik karena pantai Lariti nyaris seperti gambaran laut yang terbelah dua seperti kisah Nabi Musa yang membelah lautan.


Ternyata pantai terbelah dua ini di Bima Provinsi NTB, bukan hanya ada di kisah nabi Musa dan bukan hanya di korea dengan pulau jindo yang lautnya terbelah dua tahun sekali.



Sekali lagi Indonesia juga memiliki wisata pantai unik yang lautnya terbelah, malah hampir setiap hari. Pastinya wisata di nusa tenggara barat yang satu ini menjadi destinasi wisata yang sangat menarik saat berkunjung di Bima.Pantai lariti ini berada di Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Pelabuhan sape sendiri merupakan gerbang laut yang menghubungkan ujung Sumbawa dengan Nusa Tenggara Timur. Tapi jangan keburu ke flores guys! Nikmati dulu fenomena unik dari tempat wisata di Bima ini

seorang warga Bima menjelaskan bahwa untuk ke pantai lariti membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan dari Kota Bima, melewati jalan berelok di tengah perbukitan.Pantai lariti bisa di tempuh dari pelabuhan sape sekitar 20 menit menggunakan motor atau mobil dan sekitar 30 menit menggunakan sampan. Silahan pilih, jika dulu masih susah-susah sedap, kini wisata pantai lariti memiliki wajah baru setelah di percantik oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bima.




4. Umat Lengge




Uma Lengge merupakan bangunan tradisional suku Mbojo yang berada di Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Bangunan yang mirip rumah ini sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam. Walau terlihat sederhana, bangunan ini membutuhkan artistik yang unik dan harus ada keahlian khusus untuk membuatnya, semua bahan bangunannya berupa kayu dan bambu serta rumbia atau ilalang sebagai bahan atap dan dindingnya. Pada zaman dahulu, Uma Lengge digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Wawo dan sebagian digunakan juga sebagai lumbung.

Uma Lengge umumnya menggunakan empat tiang yang menumpu pada fondasi berupa sebuah batu sebagai tumpuan tiang. Konstruksi bangunan ini agar tahan gempa dan angin kencang atau dalam arti lainnya tidak mudah runtuh. Seluruh bagian merupakan satu kesatuan yang diletakkan di atas batu begitu saja. Tiang atau dalam bahasa Bima nya Ri'i Uma berbentuk huruf A. Setiap Ri'i diberi Wole semacam pasak untuk mengunci tiangnya. Ukuran fondasi biasanya bervariasi, tergantung besar tiang penyangga bangunan, pada pemasangan fondasi, lansung diletakkan di permukaan tanah.

  



 Dalam Bahasa Mbojo, uma berarti "rumah", dan lengge mengacu pada bentuk "tinggi dan mengerucut". Jadi, uma lengge adalah rumah yang (atapnya) tinggi mengerucut. Namun, orang Donggo melafalkan kata lengge sebagai leme. Maka orang Donggo menyebut lumbung sekaligus rumah yang ditempatinya itu sebagai uma leme. Bedanya, atap uma leme tampak lebih runcing daripada atap uma lengge. Lengge sendiri sebenarnya nama bahan utama dalam pembuatan rumah tradisional ini. Lengge berbahan kayu yang berukuran 40x40 cm, sebanyak empat buah yang diletakkan pada bagian atas tiang utama. Lengge tersebut berfungsi sebagai penopang bagian atas bagunan. Uma Lengge sangat sulit untuk dinaiki ataupun dipanjat begitu saja kecuali dengan menggunakan tanggan.

   Tradisi di Bima juga mengenal jompa, bangunan lain di pekarangan warga yang (umumnya) tinggal di rumah panggung, dan dikhususkan sebagai lumbung (bukan untuk tempat tinggal) penyimpan hasil panen dan bahan pangan. Oleh masyarakat tradisional sukum Mbojo, Jompa atau lumbung tidak hanya untuk menyimpan padi ikat namun juga untuk menyimpan padi gabah dan jenis palawija lainnya. Lumbung padi tradisional ini mempunya lokasi khusus yang jauh dari rumah- rumah penduduk hal ini dilakukan untuk menjaga bila terjadi kebakaran. Walaupun jauh dari permukiman penduduk tidak serta merta ditinggal begitu saja namun ada petugas khusus yang menjaganya



 

Seiring hilangnya Uma Lengge sebagai rumah tempat tinggal, Jompa pun dibangun bersama-sama di sebuah lahan kosong oleh warga Desa Maria. Ada sekitar 200 Jompa yang masih berdiri dan menjadi lumbung padi warga maria.hampir setiap kepala keluarga memiliki lumbung padi dan untuk membedakan mereka menandai dengen nomor. Uma Lengge dan jompa dibedakan oleh bentuk dan atapnya. Uma Lengge berbentuk kerucut,berdinding dan beratap alang-alang yang berukuran hampir sama 2,5 meter kali 2,5 meter atau 3 kali 3 meter.


          Uma Lengge merupakan suatu keharusan bagi masyarakat Wawo. Kepemilikan rumah itu tidak menjadi simbolisasi seseorang kaya harta atau tidak. Kenyataannya, setiap orang yang rajin bekerja bisa memiliki Uma Lengge dan lumbung yang selalu terisi di bagian atasnya.




Categories:

Leave a Reply